Sabtu, 16 Maret 2013

keadaan masyarakat arab pra islam




Add caption


KEADAAN MASYARAKAT ARAB SEBELUM
KEDATANGAN  ISLAM
A.    Asal Usul Bangsa Arab
Bangsa Arab bersal dari rumpun bangsa Semit. Dimana menurut Hasan Ibrahim Hasan, perkembangan bangsa Arab terbagi kepada dua kelompok besar, yaitu:
1.      Arab Ba’idah, yakni kelompok yang telah punah, seperti bangsa ‘Ad dan Tsamud
2.      Arb Baqiyah, yakni kelompok yang bisa bertahan sampai sekarang, yang terdiri dari dua golongan, yaitu:
a.       Arab ‘Aribah (Arab Asli) yang berasal dari suku Qahtan dan umumnya mereka tinggal di Yaman dan Arab Selatan
b.      Arab Musta’rabah (Arab campuran) yakni keturunan suku adnan yang umumnya tinggal di Hijaz. Mereka adalah keturunan nabi Ismail
Kehidupan orang-oarang arab sebelum Islam sering disebut dengan kehidupan jahiliyah. Namun jahiliyah bukan berarti kebodohan akn tetapi jahiliyah yang dimaksu ialah suatu tatanan kehidupan yang telah lepas dari nilai-nilai ajaran agama.
B.     Agama Dan Kepercayaan
Mayoritas bangsa Arab sebelum Islam menganut kepercayaan menyembah benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan gaib, seperti menyembah pohon, batu, bahkan binatang serta ada juga yang menyembah patung atau berhala. Sehingga berhala tersebut ada yang namanya Latta, Uzza, Mana dan lain-lain. Dimana kebiasaan menyembah berhala ini diperkenalkan pertama kali oleh Amr ibn Luhayy. Namun disamping itu ada juga masyarakatnya yang beragama Hanifiyah yakni agama monotheisme yang dibawa oleh nabi Ibrahim As.
Lalu bagi mereka yang bukan menganut agama hanifiyah apakah tidak mengenal Allah?  Tidak, mereka tetap mengakui Allah namun mereka tidak mau menyembah Allah secara langsung tetapi menjadikan sesembahan sebagai jalan un tuk mendekatkan diri pada Allah. Lihat surat al-Angkabut ayat 61 dan 63 serta surat al-Zumar ayat 3.



C.    Ekonomi Dan Perdagangan
Perekonomian orang Arab sebelum Islam bersumber pada perdagangan dan peternakan. Penduduk yang tinggal dipedesaan umumnya hidup dengan beternak biri-biri, kambing dan onta. Ternak ini juga sekaligus bahan makanan bagi mereka. Selain itu mereka selalu berpindah-pindah sesuai dengan lahan tempat mereka mengembalakan ternak sehingga kadang kala terjadi perselisihan antara satu suku dengan suku lain disebabkan karena saling memperebutkan lahan.

D.    Politik dan Pemerintahan
Bangsa Arab sebelum Islam tidak pernah dijajah oleh bangsa Asing, selain itu tidak pernah tercipta kesatuan politik diseluruh jazirah Arab. Kerajaan-kerajaan kecil yang terdapat di jazirah Arab bagian selatan umumnya berdaulat atas wilayah yang sempit dan sebatas masyarakatnya.
Mengenai sisitem kepemerintahanya, bangsa Arab pra-Islam lebih suka hidup berkabilah-kabilah. Dan setiap kabilah atau suku diperintah oleh seorang Syaikh. Syaikh ialah seseorang yang dianggap tertua dan yang paling berani diantara anggota kabilah tersebut.
Adapun kerajaan-kerajaan kecil di sekitar Jazirah Arab itu seperti: kerajaan Mu’in, Kerajaan Himyar, kerajaan Saba’, Hirrah, Gazzan dan lain-lain. Kemudian salah satu kota yang paling penting di Jazirah Arab ialah kota Mekkah. Pada mulanya kota ini hanyalah sebuah lempeng gersang ditengah-tengah padang pasir yang didiami oleh suku Amaliq serta Bani Jurhum. Akan tetapi asl usul kedua suku tersebut tidaklah diketahui. Dan pada masa ini jugalah nabi Ibrahim AS datang ke Mekkah dengan membawa istrinya Siti Hajir/Hajar dan bayinya yang bernama Isma’il. Isma’il dan putranya kemudian mendirikan  bayt al haram, sebagai pusat peribadatan kepada Allah.
 Lalu dari keturunan Isma’il inilah lahir seorang tokoh yang bernama fihr Al-malik yang bergelar Qurays pada awal abad ketiga masehi. Nah dari keturunan fihr al Malik inilah lahir tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh bagi eksistensi suku Quraish, seperti: Qushai Ibnu kilab dan Abdul Manaf, abdl Syam, Hasyim bahkan sampai pada Abdul Muthalib.



E.     Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi
Ilmu yang berkembang dikalangan bangsa Arab ialah seperti ilmu nujum, ilmu falaq dan sebagainya. Ilmu falaq sangat berguna untuk mentukan cuaca. Sementara itu, dalam bidang kesenian, Cabang kesenian yang paling populer dan paling disenangi masyarakat Arab ialah Sya’ir. Sya’ir tersebut banyak berisi tentang cinta, wanita, kemegahan suku dan lain-lain. Kemudian disekitar kota Mekkah diadakan pusat keramaian bagi penyair Arab seperti Ukaz dan Zul Majaz. Sementara itu, tokoh penya’ir yang terkenal diantaranya Amr al Qais, Qis ibnu Sa’adah dan sebagainya.

F.     Sosial Dan Kemasyarakatan
Masyarakat Arab sebelum Islam adalah masyarakat feodal dan sudah mengenal sistem perbudakan. Sistem kekerabatannya adalah sistem Patrilineal. Dalam hidup bermasayrakat, posisi wanita kurang mendapat tempat yang layak bahkan tidak jarang apabila suami istri yang melahirkan anak perempuan maka mereka merasa malu dan hina sehingga anak itu mereka kubur hidup-hidup. Sebagaimana yang diterangkan Allah dalam surat an-Nahl ayat 57-59
tbqè=yèøgsur ¬! ÏM»oYt7ø9$# ¼çmoY»ysö7ß   Nßgs9ur $¨B šcqåktJô±tƒ ÇÎÐÈ   #sŒÎ)ur tÏe±ç0 Nèdßymr& 4Ós\RW{$$Î/ ¨@sß ¼çmßgô_ur #tŠuqó¡ãB uqèdur ×LìÏàx. ÇÎÑÈ   3uºuqtGtƒ z`ÏB ÏQöqs)ø9$# `ÏB Ïäþqß $tB uŽÅe³ç0 ÿ¾ÏmÎ/ 4 ¼çmä3Å¡ôJãƒr& 4n?tã Acqèd ôQr& ¼çmßtƒ Îû É>#uŽI9$# 3 Ÿwr& uä!$y $tB tbqßJä3øts ÇÎÒÈ  
57. dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan[831]. Maha suci Allah, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai (Yaitu anak-anak laki-laki).
58. dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan Dia sangat marah.
59. ia Menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah Dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ?. ketahuilah, Alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.

            Akan tetapi yang perlu dtegaskan ternyata kebiasaan membunuh anak perempuan ini bukanlh menjadi adat bagi seluruh kabilah Arab. Kebiasaan ini hanya terdapat pada kabilah-kabilah kecil seperti Bani Asad dan Bani Tamim. Kabilah kabilah yang besar seperti bani Hasyim, Bani Umayyah, bani Makhzum dan lainnya tidak pernah malakukan hal tersebut.
Selani itu, akhlak mereka sangat merosot sekali sehingga sering berlaku huunm rimba dan masa inilah yang disebut dengan masa jahiliyah.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar